Operasional Dasar Setrika Jenis ASO
PT.GIKEN PRECISION INDONESIA (GPI)
Laporan ini dibuat
sebagai salah satu bahan pertanggung jawaban penulis selama mengikuti Praktik
Kerja Industri di PT.GIKEN PRECISION INDONESIA
Tanggal 20 Januari 2015
s.d 20 April 2015
ASRIL
WINARWAN
NIS : 141221
BIDANG STUDI KEAHLIAN
: TEKNIK ELEKTRONIKA
KOMPONTENSI KEAHLIAN
: TEKNIK AUDIO VIDEO
DINAS PENDIDIKAN KOTA BATAM
SEKOLAH MENENGAH
KEJURUAN AL-JABAR KOTA BATAM
Jalan Bengkong jaya nomor 1 bengkong
Telp.(0778)7057146 Fax.(0778)428133
PT.GIKEN
PRECISION INDONESIA
OPERASIONAL
DASAR SETRIKA ASO
Laporan ini telah di sahkan dan di
setujui
Pada tanggal……..Mei 2015 di Batam
oleh :
Pimpinan Perusahaan/HRD Pembimbing Industri
Mr.Soleh Mrs.Suprapti
SMK AL-JABAR KOTA BATAM
OPERASIONAL DASAR
SETRIKA ASO
Laporan ini telah di sahkan dan di
setujui
Pada tanggal........Mei 2015 di Batam
oleh :
Ketua Program
Keahlian Pembimbing Laporan
Handriyanto,S.Pd Handriyanto,S.Pd
Koordinator
Tri Budiyati,S.Pd
Kepala Sekolah SMK
AL JABAR Batam
Deden Sirozuddin,S.Pd.I
DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan………………………………………………………………………………………… i
Daftar isi……………………………………………………………………………………………………………. ii
Kata Pengantar…………………………………………………………………………………………………. iii
MOTTO……………………………………………………………………………………………………………… iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Pemilihan
judul………………………………………………………. 1
1.2 Tujuan pemilihan judul…………………………………………………………………… 1
1.3 Batasan permasalahan…………………………………………………………………… 2
1.4 Metode pengumpulan data……………………………………………………………. 2
BAB II Operasional Dasar Setrika ASO
2.1 Sejarah
Singkat PT.Giken Precision Indonesia…………………………………. 3
2.2 Struktur
Organisasi…………………………………………………………………………. 5
2.3 Tata Tertib Perusahaan……………………………………………………………………. 6
2.4 Tanggung Jawab Kerja
Produksi………………………………………………………. 7
2.5 Tugas dan Tanggung Jawab P/E (Production Enginering)………………… 10
2.6 Tugas dan Tanggung Jawab IPQC (Inproses Quality Control)…………… 12
2.7 Tugas dan Tanggung Jawab clerk……………………………………………………. 14
BAB III Sejarah singkat Setrika Listrik
3.1 Pengertian Setrika………………………………………………………………………….. 19
3.2 Jenis-jenis Setrika…………………………………………………………………………… 20
3.4 Bagian-bagian
Setrika…………………………………………………………………….. 23
BAB IV Prosedur Standar Pembuatan Setrika ASO
4.1 Proses Auto Insert………………………………………………………………………….. 24
4.2 Proses
Surface Mounting Technologi……………………………………………… 26
4.3 Proses Manual Insert………………………………………………………………………. 30
BAB V PENUTUP
4.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………………… 40
4.2 Saran………………………………………………………………………………………………. 41
4.3 Penutup……………………………………………………………………………………..…... 42
4.4 Lampiran………………………………………………………………………………………… 43
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan di PT.Giken Precision Indonesia.
Laporan
Praktik Kerja Lapangan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam
mengikuti Ujian Akhir Nasional dan Ujian Akhir Sekolah juga untuk melatih
siswa/siswi membiasakan diri dalam membaca dan memahami keadaan lingkungan
kerja.Laporan praktik kerja industri ini di susun berdasarkan kegiatan yang
dilakukan di PT.Giken Precision Indonesia selama 3 bulan.
Selama
penyusunan laporan ini, saya banyak mendapatkan bantuan, dukungan, bimbingan,
petunjuk dan saran yang di berikan secara langsung ataupun tidak langsung dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih ke pada pihak-pihak
yang telah membantu penulis dalam proses penyusunan laporan ini diantaranya
:
1. Bpk.
Soleh sebagai Manager PT.Giken Precision Indonesia
2. Ibu Suprapti sebagai Leader PT.Giken
Precision Indonesia
3. Bpk. Deden Sirozuddin S.Pd.I sebagai
kepala sekolah SMK AL-JABAR BATAM
4.
Bpk. Handryanto S.Pd selaku kepala jurusan elektronika di SMK AL-JABAR BATAM
5.
Semua guru SMK AL-JABAR BATAM
6.
Seluruh staf dan karyawan yang ada di perusahaan
7. Orang tua yang memberikan motivasi selama
Penulis melaksanakan PKL
Saya
menyadari bahwa laporan ini masih banyak keterbatasanya.Sehingga sangat
diharapkan saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan laporan
ini.Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi instansi yang terkait secara
khusus dan semua pembaca pada umumnya.
Penulis
Batam……Mei 2015
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Pemilihan
judul
Pemilihan judul
harus disesuaikan dengan
apa yang dikerjakan,
maka penulis memilih
judul sesuai apa
yang dipelajari selama
penulis melaksanakan prakerin
di PT.Giken Precision
Indonesia.Penulis memilih judul Operasional Dasar Setrika
ASO.
Alasan
penulis memilih judul
ASO karena prosesNya
mulai dari proses mesin
sampai dengan proses
manual.
1.2 Tujuan
Untuk
pemilihan sebuah judul,
tentunya memiliki tujuan
memilih judul tersebut.
Adapun tujuan dari
pemilihan judul tersebut
adalah sebagai berikut:
1.Agar penulis lebih
mendalami tentang proses
sistem Setrika ASO
2. Sebagai bekal
pengetahuan bagi penulis
saat memasuki dunia
Industri
3. Mampu mengetahui
permasalahan tentang prosedur
setrika ASO
4. Memudahnkan penulis
memecahkan suatu masalah
5. Mengetahui prosedur
standar pengoperasian
1.3 Batas
Permasalahan
Karena judul
yang penulis buat
adalah Operasional Dasar
Setrika ASO maka penulis membatasi permasalahan
agar tidak terlalu
luas dalam penjabaranya.
Pembatasan masalah yang penulis
buat adalah :
a.
Pengertian setrika
b. Prosedur standar ASO
c.
Pengertian mesin Auto
Insert
d. Proses kerja
mesin Axial & Radial
e. fungsi dan tujuan
mesin Axial & Radial
f. Pengertian mesin SMT
g. Bagian-bagian mesin
SMT dan fungsinya
h. Proses kerja
suatu mesin SMT
i. Proses manual
insert
1.4
Metode Pengumpulan Data
Suatu laporan pastinya
membutuhkan suatu data-data
yang berhubungan dengan
tema laporan, oleh karena itu
cara penulis memperoleh data yang di
dapat dari:
A. Observasi Memerlukan metode
yang di lakukan penulis
langsung mengajarkan dan
meneliti
B. Wawancara Mengadakan tanya
jawab dengan pembimbing
atau orang tertentu
yang memberikan pengajaran
yang berhubungan dengan
laporan.
C. Dokumentasi
Dengan cara mengumpulkan
data-data yang berhubungan
dengan masalah yang
penulis bahas.
BAB II
Operasional
Dasar Setrika ASO
2.1 Sejarah
Berdirinya PT.GIKEN PRECISION INDONESIA .
PT.Giken Precision Indonesia merupakan salah
satu perusahaan asing (Jepang) yang sudah cukup lama beroperasi dikawasan
industri BATAMINDO INDUSTRIAL PARK (BIP). Yang mana sebelumnya sudah mempunyai
cabang dibeberapa Negara asia, diantaranya Cina,Malaysia ,Singapura dan
Indonesia . Dibawah ini merupakan GIKEN Group Organization :
Gambar1.1
struktur PT.GIKEN Sakata.
PT.Giken Precision Indonesia yang berada
dibawah naungan Giken Sakata (S) LTD berdiri pada tanggal 19 Juli 1991 yang
mempunyai gedung awal dengan modal lebih kurang US$ 3.2 juta yang memproduksi
FDD (Floopy Disk Drive).
Setelah beroperasi empat tahun tepatnya pada
tahun 1995 PT.Giken Precision Indonesia mulai menambah dan membuka cabang baru
dikawasan industri Sekupang – Batam. Tidak lama setelah itu PT.Giken berada
dikawasan muka kuning berkembang menjadi beberapa gedung, yaitu Lot 212 ,Lot 229, dan Lot 230.
Perkembangan selanjutnya perusahaan PT.Giken
Precision Indonesia memusatkan semua produksinya pada satu kawasan dan satu
gedung perusahaan saja yaitu yang berada dikawasan industri Batu Ampar tepatnya
Citra Buana Park II.
Dibawah ini merupakan gambar dari PT. Giken
Precision Indonesia yang tepatnya di batu Ampar Batam:
Gambar
1.2 PT. Giken Precision Indonesia.
Dibawah ini merupakan daerah lokasi operasi Giken Precision Indonesia
dimana untuk Indonesia yang berada di batam :
Gambar
1.3 Gambar letak PT.Giken Precision di kawan asia,
2.2 Struktur
Organisasi PT.Giken Precision Indonesia.
Gambar 1.4 struktur organisasi GPI Batu Ampar Assembly.
2.3 Tata
Tertib perusahaan
Waktu kerja karyawan untuk pegawai kantor dan department tertentu
normal shift
Hari
Senin – Jum’at :
a. Jam kerja :
07.20-15.00.
b. Jam istirahat :
11.30-12.20.
Hari Sabtu :
a. Jam kerja :
07.20-12.20.
b. Jam istirahat :
10.00-10.50.
Waktu
kerja karyawan untuk lapangan di bagi menjadi 3 shift, yaitu :
A)
Shift Pertama S
Hari Senin – Jum’at :
1). Jam kerja : 07.20-15.00.
2). Jam istirahat :
11.30-12.20.
Hari Sabtu :
1). Jam kerja
:
07.20-12.20.
2). Jam
istirahat
: 10.00-10.50.
B) Shift Kedua
Hari Senin – Jum’at :
1). Jam kerja :
15.20-23.00.
2). Jam istirahat : 18.30-19.20.
C) Shift
Ketiga
Hari Senin – Jum’at :
1). Jam kerja :
23.20-07.00.
2). Jam istirahat :
04.30-05.20.
2.4 Tanggung
Jawab Kerja Produksi.
- Supervisor
a. Mempunyai kepribadian yang baik dan patuh terhadap
perintah atau instruksi dari atasan.
b. Mempunyai inisiatif untuk membuat hasil kerja
produksi yang lebih bagus dan pengembangan sistem kerja.
c. Selalu memperhatikan kondisi produksi seperti
:
1) Pengontrolan terhadap kerusakan hasil produksi
dan rencana perbaikan.
2) Pencapaian hasil produksi lebih tinggi dari
target yang telah ditentukan.
3) Selalu memperhatikan perkembangan target
kualitas.
4) Pengontrolan material dan sistem inventori
atau stock barang.
5) Man
power atau tenaga kerja
serta pengaturan sistem kerja .
6) Bisa memberikan training atau pengajaran
langsung kepada staf atau bawahan
langsung serta terhadap operator.
7) Penggantian 4M (Machine, Method, Material, and Man power) dan pengontrolannya.
8) Bisa mempersiapkan untuk proyek baru dan
pengaturan proses kerja.
9) Bisa membuat atau mempersiapkan sebuah sistem
pengontrolan dan pengembangan produksi.
10) Mempunyai atau membuat rencana pengembangan
untuk mencapai pertemuan untuk pengembangan teknik pemecahan masalah.
11) Memiliki peraturan darurat dan tindakan yang
cepat terhadap masalah yang terjadi di produksi.
12) Bisa menemukan penyebab masalah serta sebab
akibat dan pemecahannya terhadap permasalahan tersebut.
13) Selalu memiliki dan mencari ide pengembangan
produksi untuk mencapai effesien produksi yang lebih tinggi.
14) Bisa mengatur sebuah prosedur kerja ulang dan
masalah yang terdapat di produksi.
- Senior Leader.
a. Mempunyai kebiasaan yang positif untuk
memajukan produksi.
b. Bisa berkomunikasi dengan Supervisor dan bawahan.
c. Dapat mengatur produksi yang sedang berjalan.
d. Memiliki inisiatif untuk pengembangan
produksi.
e. Dapat membuat perencanaan proses kerja dan
pengaturan tenaga kerja untuk mencapai produktifitas dan efesiensi yang lebih
tinggi.
f. Memperbarui semua dukumen produksi dan
data-data training tenaga kerja di produksi.
g. Dapat selalu memperhatikan terhadap:
1) Pencapaian hasil produksi.
2) Pemecahan dan umpan balik produksi.
3) Berkomunikasi antar department yang
bersangkutan atau yang berhubungan dengan produksi,
4) Memperhatikan rencan produksi, pengontrolan
pengiriman barang, dan selalu mengikuti sesuai perencanaan.
5) Pengontrolan material dan mengurangi kesalahan
produksi.
6) Pengaturan ulang terhadap kerusakan barang
produksi.
7) Menggunakan suatu peringatan agar selalu
memperhatikan kesalahan proses kerja.
8) Mewancarai tenaga kerja operator yang membuat
kesalahan proses kerja.
9) Dapat berkomunikasi terhadap atasan dan
bawahan dengan baik.
h. Dapat mengontrol rencana produksi seperti:
1) Pencapaian hasil produksi.
2) Mengikuti perkembangan rencana produksi.
3) Pengiriman barang ke pelanggan.
4) Stock barang atau material di produksi.
5) Pengontrolan kerusakan barang,
6) Rencana pengembangan kualitas dan sistem umpan
balik.
7) Pengontrolan proses kerja.
8) Pengontrolan terhadap perubahan 4M dan
perkembangannya.
- Asisten Leader
a. Mempunyai kepribadian yang baik untuk
memajukan produksi.
b. Dapat memberikan umpan balik dan pengontrolan
kepada tenaga kerja operator.
c. Dapat mengontrol produksi seperti :
1) Pencapaian hasil produksi.
2) Mengikuti perkembangan rencana produksi.
3) Stock barang atau material di produksi.
4) Pengontrolan kerusakan barang.
5) Rencana pengembangan kualitas dan sistem umpan
balik.
6) Pengontrolan proses kerja.
7) Dapat mewancarai tenaga kerja jika mereka
tidak hadir kerja tanpa berita atau absen.
8) Pengontrolan barang dengan baik dengan atasan
dan bawahan lansung.
- Komando
a. Memiliki kebiasaan yang positif untuk
memajukan produksi.
b. Dapat melakuakan kerja leader seperti:
1) Pengecekan absensi operator.
2) Pengaturan material tiap – tiap proses
produksi.
3) Pengaturan kerja operator.
4) Menggantikan kerja operator sementara waktu.
5) Mengontrol proses kerja operator.
6) Dapat memberikan umpan balik jika menemukan
kerusakan barang hasil produksi.
7) Dapat bekerja sama dengan atasan maupun
operator.
- Material handle
a. Dapat memesan barang atau material dari pusat
gudang barang.
b.
Material
harus dipesan dengan mengikuti sistem “FIRST
IN FIRST OUT”.
c. Dapat memesan barang berdasarkan rencana
produksi.
d. Dapat memperbarui sistem stock material.
e. Dapat mengontrol dan meyakinkan kesediaan
barang atau material untuk produksi.
f. Dapat meminta penjelasan dan pertanggung
jawaban ke PMC atas kekuranagn atau
kerusakan yang terjadi.
g. Dapat melakuan perhitungan material .
h. Dapat melakuakan pengontrolan dan pencatatan
material yang tidak dapat digunakan
lagi.
i.
Dapat mempertemukan
atau memperlihatkan catatan – catatan sesuai dengan jumlah material yang
dipesan, yang digunakan, dan keseimbangan sisa material yang tertinggal.
2.5 Tugas
dan Tanggung jawab P/E ( Production
Enginering ).
1. Senior Technician.
a. Memiliki kebiasaan yang baik dalam pemecahan
masalah dan pengembangan produksi.
b. Dapat bekerjasama dan berkomunikasi dengan
atasan dan bawahan untuk mencapai hasil produksi yang lebih baik.
c. Dapat memperbaiki target produksi setelah
target awal sudah tercapai.
d. Memiliki perencanaan yang lebih bagus.
1) Penemuan dan penyelesaian masalah.
2) Menganalisa sebab dan akibat terjadanya suatu
masalah.
3) Mengikuti cara penyelesaian masalah dan
pengembangan.
4) Pengontrolan terhadap penggantian 4M dan
memonitor implementasi di lapangan.
5) Membuat atau mengadakan pelatihan terhadap
bawahan.
6) Pengumpulan data dan sistem pengontrolan.
7) Target persen untuk kerusakan hasil produksi
dan pelaksanaan ide pengembangan.
8) Pengontrolan dan perencanaan perawatan
mesin.
2. Technician.
a. Mempunyai sikap positif untuk memecahkan
masalah dan usaha perbaikan,
b. Dapat membuat program mesin.
c. Dapat membuat dan mengumpulkan data.
d. Mempunyai sikap inisiatif untuk meningkatakan
tugas perhari dan rencana perbaikan.
e. Mempunyai target kerusakan di produksi.
f. Pencegahan dan memelihara dan mengawasinya.
g. Mengawasi dan mengontrol material yang
diugunakan diproduksi.
3. Asisten Technician .
a. Dapat membuat dan mengumpulakn data dan
memberikan umpan balik untuk perbaikan.
b. Dapat mengawasi produksi dan mencarikan jalan
keluar dalam penyelesaian masalah yang terjadi di produksi.
c. Dapat membuat dan mengumpulkan data terhadap
masalah di produksi.
d. Dapat memberikan umpan balik jika menemukan
kerusakan hasil produksi.
e. Dapat mengerti dan mengikuti standart atau
ketentuan proses yang sudah ditetapkan
oleh atasan.
4. Repaire.
a. Memilik sikap yang baik dalam memecahkan
masalah.
b. Dapat menggunakan barang dan alat – alat
dengan baik sesuai dengan fungsinya.
c. Dapat memperbaiki barang yang rusak.
d. Dapat membuat dan mengumpulakan data terhadap
masalah di produksi.
e. Dapat memberikan umpan balik jika menemukan
kerusakan hasil produksi.
f. Dapat mengerti dan mengikuti standar atau
ketentuan proses yang sudah ditetapkan oleh atasan.
2.6 Tugas
dan Tanggung Jawab IPQC ( Inproses
Quality Control ).
1. Senior QC Leader.
a. Memiliki sikap positif dan sikap kerja sama
untuk memajukan produksi.
b. Selalu bekerja sama dan berinisatif untuk
mencapai kemampuan kualitas yang lebih baik.
c. Mengawasi dan memperbaharui kecerdasan bawahan
dengan pengetahuan QC.
d. Dapat mengatur kegiatan QC dan pelaksanaan
sehari – hari.
e. Mengadakan pemeriksaan produksi untuk mencapai
hasil produksi yang lebih baik dan pencapaian target kualitas.
f. Selalu memperbaiki target kualitas untuk
produksi.
g. Menindak lanjuti terhadap kegiatan pemecahan
masalah yang dilakuakan di produksi.
h. Melakukan pemecahan terhadap perbaikan dan
pengaturan kualitas yang bagus serta kegiatannya.
i.
Memberikan
pelatihan teknik terhadap pengecekan ke pada bawahan.
j.
Memperkenalkan
metode dan prosedur yang baru untuk effesiensi kerja yang lebih baik dan
perbaikan.
k. Dapat membuat dan mengumpulkan data terhadap
kemampuan kualitas dan target.
l.
Selalu
melaksanakan rapat untuk memperbaikan kualitas dengan karyawan di produksi
sesuai dengan projek dan mendapatkan hasil perbaikan yang lebih bagus,
m. Mengawasi kesalahan proses kerja dan sistem
umpan balik kepada leader di produksi yang bersangkutan.
n. Memperkenalkan dan melakuakan pelatihan
tentang bagaimana menggunakan alat – alat yang baru kepada inspector.
o. Memperbaharui semua data – data kualitas dalam
produksi.
2. QC Leader
a. Memilik sikap positif dan sikap kerja sama
untuk memajukan produksi.
b. Dapat mengatur kegiatan QC dan pelaksanaan
sehari – hari.
c. Dapat mengikuti cara pemecahan masalah oleh
pelanggan terhadap kesalahan kualitas.
d. Dapat membuat dan mengumpulkan data terhadap
kemampuuan kualitas dan target.
e. Selalu memperbaiki target kualitas untuk
produksi.
f. Dapat berkomunikasi dengan staff produksi dan
atasan untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik dan kegiatan perbaikan.
g. Menindak lanjuti terhadap kerusakan barang
yang di cek atau yang diperiksa.
h. Dapat mengawasi kemampuan kerja inspector dan
pengetahuan tentang kualitasnya.
i.
Dapat
memberikan pelatihan atau kegiatan kualitas dan seminar diantaranya QC
inspector.
j.
Selalu
berkerja sama dengan atasan.
3.
Quality Control Inspector
a. Memilik sikap positif dalam memajukan proses
produksi.
b. Menjaga dan menggunakan peralatan kerja setiap
hari dan alat ukur dalam produksi standart operasi QCPC.
c. Memperhatikan dengan baik komponen yang
terpasang di mesin dan sewaktu melakukan manual meletakkan komponen PCB jangan
sampai ada yang salah komponen
digunakan di produksi.
d. Memperhatikan dengan baik part yang di cek awal produksi untuk mengurangi masalah part yang datang dalam produksi.
e. Bisa melakukan pemeriksaan dan pengumpulan
data terhadap kualitas hasil produksi.
f. Memperhatikan proses kerja dan pengontrolan
ketika produksi sedang berjalan.
g. Bisa memperhatikan atau menguji kesalahan
proses kerja selama produksi berlangsung.
h. Memiliki komunikasi yang bagus dengan staff
produksi untuk meningkatkan kualitas dalam produksi.
i.
Memiliki
penilaian yang bagus terhadap limit kerusakan barang.
2.7 Tugas
dan Tanggung Jawab Clerk.
- Produksi Clerk.
a. Dapat bekerja sama dan mempunyai sikap positif
dalam memajukan produksi.
b. Dapat berkomunikasi dengan staf yang ada di
produksi.
c. Memperbarui kehadiran dan kerja lembur
karyawan.
d. Menyusun dan menjaga semua dokumen kantor yang
penting.
e. Memesan dan mengontrol barang atau alat yang
digunakan dalam produksi.
f. Membersihkan ruangan dalam kantor atau office.
g. Memperbarui dan memperhatikan perkembangan
karyawan seperti:
1) Surat peringatan.
2) Daftar kehadiran atau absensi.
3) Data – data pelatihan yang pernah diikuti.
h.
Menyusun
dan mengontrol terhadap obat – obatan atau P3K.
i.
Mengontrol
kertas – kertas yang diphotocopy.
j.
Memesan
dan mengontrol bagian material yang digunakan.
k. Dapat berkerjasama dan patuh terhadap perintah
yang diberikan oleh atasan.
l.
Menyimpan
dokumen bagian produksi yang berhubungan dengan personalia.
- Dokumen Check (Control).
a. Dapat berkerja dan berinisiatif untuk
memajukan produksi.
b. Memperbarui dan menyimpan dokumen – dokumen
produksi seperti:
1) Standart operasi (OS) kerja yang baru.
2) Informasi teknik.
3) Spesifikasi produk barang.
4) Pembelajaan barang baru.
5) Catatan para supplier.
6) Laporan produksi mingguan.
7) Operasi standart dan OCPC.
8) Dokumen ISO 9004.
c. Memperbaruhi perencanaan produksi seperti :
1) Status dan pencapaian hasil produksi.
2) Produksi stop
line dan laporan kerja ulang.
3) Laporan masalah produksi.
4) Dokumen pemesanan barang.
BUDAYA
FIVE S
1.
Seiri
Pada prinsipnya tempat
kerja adalah tempat untuk kerja, karena itu harus bebas dari semua benda dan
barang yang tidak diperlukan lagi dalam bekerja.Tempat kerja harus
ringkas.Banyak benda yang tidak diperlukan ditempat kerja selain menjadi
penghalang kerja juga menciptakan kerawanan kecelakaan kerja. Cara termudah
untuk ringkas yaitu sebagai berikut:
- Dulu
barang-barang yang kumpulkan akan diringkas.
- Pilih
sesuai jenis dan kebutuhannya.
2.
Seiton
Tempatkanlah
barang-barang yang sudah diringkas ke tempat yang pasti dan aman untuk
memudahkan
pencarian, karena mencari adalah penerobosan dan tidak memberikan nilai tambah
suatu hasil produksi. Banyak keterlambatan menyelesaikan suatu pekerjaan
apabila kegiatan mencari barang yang sudah diringkas:
a.
Semua barang harus memiliki tempat yang memadai.
b.
Berikanlah tanda batas
pada barang yang sejenis.
c.
Label barang dan tempat
harus lengkap.
d.
Sistem cara penempatan barang harus ketempat semula.
Pengelompokan barang
dapat di terapkan dengan logika, ada dua pola pengelompokan barang yaitu dengan
Uniform dan Fungsional:
a. Pola Uniform:
Pengelompokan barang yang sama pada tempatnya.
b. Pola Fungsional:
Pengelompokan beberapa barang yang jenisnya lain tapi fungsinya bersamaan.
3.
Seiso
Tempat kerja yang
kotor bisa mengganggu pemandangan dan proses kerja, dan diperlukan tempat yang
resik untuk menimbulkan perasaan yang nyaman dan aman dalam bekerja.
Ciri-ciri tempat
yang resik:
a. Bersih, bebas dari
debu.
b. Diperlukan sarana
kebersihan yang lengkap.
c. Lampu penerangan kerja
yang memadai.
d. Pembagian daerah
kebersihan.
4.
Seiketsu
Rawat pada perinsipnya mengusahakan agar tempat kerja yang sudah
menjadi baik dapat selalu dipelihara.
Yang diperlukan untuk perawatan yaitu:
a.
Buatlah tanda rambu-rambu dengan jelas.
b.
Gunakanlah standar operating prosedure dengan lengkap dan
mutakhir.
c.
Pelaksanaan sesuai standar kerja.Penetapan indikator harus pada
batas normal.
5.
Shitsuke
Rajin sangat berkaitan dengan kebiasaan yang harus dibina agar
dapat menjaga dan meningkatkan apa yang sudah baik.
Cara untuk membiasakan seseorang menjadi rajin:
a.
Kebiasaan manusia harus dibina. Tinggalkan kebiasaan buruk dan
binalah kebiasaan yang baik.
b.
Pembinaan hubungan karyawan harus dijaga dengan baik.
c.
Sarana untuk menjadi rajin harus dipenuhi
A)
Sistem
dokumentasi
Sistem dokumentasi
adalah tata cara mengatur suatu dokumentasi yang berupa segala jenis dokumen
yang di pergunakan di dalam suatu produksi atau di dalam suatu lembaga.
Adapun hal-hal yang harus kita perhatikan dalam system
dokumentsi pada perusahaan PT.Giken Precision Indonesia adalah sebagai
berikut :
·
Prepared(production enginering)
·
Checked (supervisor)
·
Confirmed (QA manager)
·
Approved (production manager)
Dalam membuat suatu dokumen harus benar karena jika ada
sesuatu kesalahan akan dapat merugikan perusahaan khususnya pada PT.Giken
Precision Indonesia.Adapun flow chart dari system dokumentasi di perusahaan
PT.Giken Precision Indonesia khususnya di department PCBA dapat dilihat pada
gambar :
Flow Chart
MASTER DOCUMENT
|
CUSTOMER
|
CUSTOMER DIRECT
|
TROUGH GSS
|
RECEIVED BY DOC CONTROL
|
RECEVIED BY PROJECT MGR
|
IF HAVE
ANY DIFFERENT CONTENTS OR QTY.DCP.I.C CONFIRMTO CUSTOMER BY PHONE OR FAX
|
CHECK THE DOCUMENT CONTENTS AND
QTY DOC. BY DOC. CONTROL P.I.C
|
DOCUMENT NO.DETAIL LOG
(PR-QA-018)
|
CHECK TECHNICAL INFORMATION BY
SUPERVISOR/QA MANAGER
|
PREPARED TECHNICAL INFORMATION BY
DOC. CONTROL P.I.C
|
CONTROLLED DUPLICATE COPY &
DISTRIBUTE TO EACH DEPARTEMENT
|
FILLING THE NEW MASTER DOC. BY
DOC. CONTROL P.I.C
|
FOR GSS DOC. FAX THE COVER PAGE TO
GSS(GSS REQUEST)
|
GPI TECHNICAL INFORMATION
(PR-QA-019)
|
APPROVED TECHNICAL INFORMATION BY
PROJECT MANAGER
|
FILLING THE
NEW DOC. BY EACH DEPT
|
WITHDRAWAL THE PREVIOUS DOCUMENT
TO CUSTOMER / GSS BY DOC. CONTROL P.I.C
|
UPDATE THE RELATED DOCUMENT BY
P.I.C EACH DEPARTEMENT
|
GPI TECHNICAL INFORMATION
(PR-QA-019)
|
GPI TECHNICAL INFORMATION
(PR-QA-019)
|
CONTROLLED DOCUMENT DISTRIBUTION
LOG (GEN-02-01)
|
OBSOLETE THE WITHDRAWAL DOCUMENT
BY P.I.C
|
CHECK THE WITHDRAWAL DOCUMENT BY
DOC. CONTROL P.I.C
|
TECHNICAL DOC. RETURN CONTROL
LOG(PR-QA-020)
|
WITHDRAWAL THE PREVIOUS DOCUMENT
TO DC P.I.C
|
BAB III
Sejarah
Singkat Setrika
3.1
Pengertian Setrika
Setrika adalah suatu alat yang diciptakan untuk
membantu pekerjaan manusia dalam hal merapikan pakaian, selain itu setrika juga
berguna untuk menghilangkan segala bibit penyakit yang menempel di serat kain.Saat
ini setrika kebanyakan dibuat dari aluminium dan baja tahan karat, dengan
sumber panas dari listrik.Di dalam setrika terdapat thermostat yang
mengendalikan suhu.Selain itu beberapa setrika modern juga dapat mengubah air
menjadi uap air untuk membasahi pakaian.Setrika panas yang sedang tidak
digunakan harus diletakkan tegak lurus sehingga tidak membakar permukaan di
bawahnya dan menyebabkan kebakaran.
Berikut ini adalah sejarah perkembangan setrika dari masa ke
masa
Setrika sudah dikenal sejak 400SM di Yunani, pada saat itu setrika digunakan untuk merapikan lipatan-lipatan vertikal pada pakaian kebesaran. Selain di Yunani setrika juga telah digunakan di Romawi dengan nama preleum, tekhnik yang digunakan pada masa itu adalah "pressing" yaitu suatu tekhnik penekanan yang mirip dengan mekanisme alat pemeras buas anggur. Setrika juga sudah dikenal di wilayah asia terutama di negara China pada abad ke-1SM, setrika tersebut mirip dengan bentuk setrika pada zaman sekarang yaitu berupa pot yang terbuat dari logam yang dapat diisi dengan bara api atau arang kayu.
Pada awal abad ke-17 di daerah Inggris ditemukan setrika dengan nama"Sadiron" yang berasal dari bahasa Inggris kono "sald" yang artinya "solid". Setrika ini berbentuk potongan logam tebal dengan permukaan bawah yang rata dan pada bagian atas diberi pegangan. Dari bentuk yang sederhana maka ditemukanlah jenis setrika yang berbentuk kotak logam bergagang yang di dalamnya dapat diisi dengan bara api.
Di tahun 1870 seorang ibu rumah tangga yang bernama Mary florence potts memodivikasi setrika sadiron menjadi berbentuk runcing,pada kedua ujungnya, kemudian dia memperbaharui lagi dengan menambahkan pegangan yang dapat dilepas, jadi saat setrika dipanaskan maka panasnya tidak akanmerambat ke pegangan tersebut.
Pada tahun 1882 setrika listrik generasi pertama ditemukan dan dipatenkan, namun pada saat itu kurang populer karena aliran listrik belum tersebar begitu luas. Dan pada awal abad ke-20 mulailah setrika listrik dikenal ke seluruh dunia, pada tahun 1920 setrika listrik mulai dilengkapi dengan komponan thermostat yaitu komponen yang berfungsi untuk mengintrol suhu setrika.
Selanjutnya mulailah dikembangkan berbagai bentuk dan fitur setrika yang sekarang banyak dipakai di seluruh dunia.
Setrika sudah dikenal sejak 400SM di Yunani, pada saat itu setrika digunakan untuk merapikan lipatan-lipatan vertikal pada pakaian kebesaran. Selain di Yunani setrika juga telah digunakan di Romawi dengan nama preleum, tekhnik yang digunakan pada masa itu adalah "pressing" yaitu suatu tekhnik penekanan yang mirip dengan mekanisme alat pemeras buas anggur. Setrika juga sudah dikenal di wilayah asia terutama di negara China pada abad ke-1SM, setrika tersebut mirip dengan bentuk setrika pada zaman sekarang yaitu berupa pot yang terbuat dari logam yang dapat diisi dengan bara api atau arang kayu.
Pada awal abad ke-17 di daerah Inggris ditemukan setrika dengan nama"Sadiron" yang berasal dari bahasa Inggris kono "sald" yang artinya "solid". Setrika ini berbentuk potongan logam tebal dengan permukaan bawah yang rata dan pada bagian atas diberi pegangan. Dari bentuk yang sederhana maka ditemukanlah jenis setrika yang berbentuk kotak logam bergagang yang di dalamnya dapat diisi dengan bara api.
Di tahun 1870 seorang ibu rumah tangga yang bernama Mary florence potts memodivikasi setrika sadiron menjadi berbentuk runcing,pada kedua ujungnya, kemudian dia memperbaharui lagi dengan menambahkan pegangan yang dapat dilepas, jadi saat setrika dipanaskan maka panasnya tidak akanmerambat ke pegangan tersebut.
Pada tahun 1882 setrika listrik generasi pertama ditemukan dan dipatenkan, namun pada saat itu kurang populer karena aliran listrik belum tersebar begitu luas. Dan pada awal abad ke-20 mulailah setrika listrik dikenal ke seluruh dunia, pada tahun 1920 setrika listrik mulai dilengkapi dengan komponan thermostat yaitu komponen yang berfungsi untuk mengintrol suhu setrika.
Selanjutnya mulailah dikembangkan berbagai bentuk dan fitur setrika yang sekarang banyak dipakai di seluruh dunia.
3.2Jenis-jenis
Setrika :
1. Setrika kuno, setrika ini terbuat dari
logam tebal dengan gagang/pegangan yang terbuat dari kayu. Sumber panasnya
didapat dari bara arang kayu yang dimasukkan ke dalam badan setrika. Bila kita
akan menyetrika pakaian maka harus membuat bara dari arang kayu dulu setelah
itu baru setrika dapat digunakan, yang perlu diperhatikan saat menggunakan
jenis setrika ini adalah abu sisa arang atau percikan arang kecil yang
kadang-kadang keluar dari celah yang ada pada sisi setrika yang dapat merusak
pakaian yang sedang disetrika, selain itu hindari menyetrika pakaian yang
berbahan tipis atau tidak tahan panas karena panas dari bara api sangat
tinggi sekali maka dikhawatirkan akan merusak kain tipis tersebut.
Gambar 3.1 Setrika Kuno
2. Setrika listrik, Setelah ditemukannya listrik
maka manusiapun berfikir untuk dapat membuat setrika listrikyang dipanaskan
oleh listrik, jenis setrika ini dibuat dengan sebuah lilitan kawat yang dialiri
arus listrik, penggunaannya cukup praktis hanya tinggal memasukkan kabel
penghubung ke stopkontak listrik selanjutnya tinggal menunggu beberapa menit
maka sertikapun panas dan sudah dapat digunakan, tidak seperti setrika kuno
yang harus membuat arang dulu baru dapat digunakan. kekurangan dari setrika ini
adalah tidak dapat mengontrol suhu sehingga hanya memiliki panas pada derajat
tertentu saja.
Gambar 3.2 Setrika Listrik
3. Setrika listrik otomatis, Setrika ini adalah
perkembangan dari pendahulunya yang masih sederhana, kelebihan dari
setrika ini adalah mempunyai alat pengontrol suhu yaitu thermostat, thermostat
ini berfungsi mengatur kesetabilan suhu setrika yang tingkat derajat suhunya
dapat diatur menurut keinginan kita.Selain itu pada lapisan bawah setrika sudah
dilapisi dengan bahan anti lengket yang akan menambah kenyamanan saat
digunakan.
Gambar 3.3 Setrika Otomatis
4. Setrika uap, jenis setrika ini sama dengan
jenis setrika generasi sebelumnya tetapi ada sedikit tambahan fitur yaitu
selain dapat dipakai untuk menyetrika seperti biasa, setrika jenis ini juga
dapat menyetrika dengan menggunakan uap panas yang disemprotkan dari bagian
atas atau bawah setrika, jadi setrika tidak perlu menyentuh pakaian yang kita
setrika. uap yang dihasilkan adalah berasal dari air yang ditambahkan pada
bagian tertentu pada setrika.
Gambar 3.4 Setrika uap
Untuk perkembangan selanjutnya setrika yang diproduksi tidak
jauh berbeda dengan jenis-jenis sebelumnya hanya saja kenyamanan dan kualitas
dari anti lengket yang banyak ditambahkan pada setrika.
Gambar 3.5 Bagian-Bagian
Setrika
3.3 Bagian-bagian Setrika
1.Elemen pemanas
Elemen pemanas adalah suatu elemen yang akan membangkitkan panas bila dialiri arus listrik. Dari elemen pemanas inilah sumber energi panas dibangkitkan.
Elemen pemanas adalah suatu elemen yang akan membangkitkan panas bila dialiri arus listrik. Dari elemen pemanas inilah sumber energi panas dibangkitkan.
2. Plat dasar / alas
(sole plate),
Alas seterika adalah bagian seterika yang akan bersentuhan langsung dengan kain yang disetrika. Alas seterika dibuat dari bahan anti karat seperti alumunium, stainless steel atau minimal dengan lapisan bahan anti karat dan anti lengket (Teflon) agar tidak mudah kotor dan mengotori kain yang disetrika.
Alas seterika adalah bagian seterika yang akan bersentuhan langsung dengan kain yang disetrika. Alas seterika dibuat dari bahan anti karat seperti alumunium, stainless steel atau minimal dengan lapisan bahan anti karat dan anti lengket (Teflon) agar tidak mudah kotor dan mengotori kain yang disetrika.
3. Besi pemberat,
Pemberat biasanya terbuat dari besi dan sesuai dengan namanya, fungsinya sebagai pemberat seterika agar memudahkan dalam pemakaiannya.
Pemberat biasanya terbuat dari besi dan sesuai dengan namanya, fungsinya sebagai pemberat seterika agar memudahkan dalam pemakaiannya.
4. Tutup,
Penutup atau selungkup seterika dibuat dari bahan isolasi untuk mencegah bahaya sengatan listrik. Di samping itu, penutup juga yang anti panas guna mencegah bahaya sentuhan ke bagian tubuh manusia.
Penutup atau selungkup seterika dibuat dari bahan isolasi untuk mencegah bahaya sengatan listrik. Di samping itu, penutup juga yang anti panas guna mencegah bahaya sentuhan ke bagian tubuh manusia.
5. Pemegang,
Tangkai pemegang seterika terbuat dari bahan isolasi (kayu atau plastik). Ini dimaksudkan apabila ada kebocoran arus listrik tidak membahayakan pemakainya
Tangkai pemegang seterika terbuat dari bahan isolasi (kayu atau plastik). Ini dimaksudkan apabila ada kebocoran arus listrik tidak membahayakan pemakainya
6. Kabel penghubung.
Kabel daya ini terbuat dari kabel fleksibel (dengan inti serabut) yang dibungkus dengan bahan isolasi kain menjadikannya tetap lentur sehingga tidak mudah putus dan aman dari bahaya sengatan listrik.
Kabel daya ini terbuat dari kabel fleksibel (dengan inti serabut) yang dibungkus dengan bahan isolasi kain menjadikannya tetap lentur sehingga tidak mudah putus dan aman dari bahaya sengatan listrik.
Kesimpulan
yang diperoleh; Seterika memerlukan adanya panas untuk memudahkan dalam
melicinkan pakaian tersebut.Tenaga panas ini diperoleh dari tenaga
listrik.Tegasnya, tenaga listrik diubah menjadi tenaga panas.Tinggi panas yang
diproduksi tergantung dari besar daya yang dipakai.Semakin besar daya listrik
yang dipakai, semakin tinggi panas yang diperoleh.
BAB IV
Prosedur
Standar ASO
Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memulai prosedur
1.
Kebersihan
lingkungan merupakan hal utama sebelum melakukan prosedur
2.
Mengecek seluruh
kelengkapan yang akan di butuhkan
3.
Mengecek kondisi
mesin
4.
Memastikan
kondisi mesin berjalan dengan normal
5.
Menyediakan alat
dan bahan yang akan di gunakan
6.
Pastikan mesin
tidak akan mati selama prosedur berlangsung
4.1Proses Auto
Insert (AI)
Proses Auto Insert merupakan awal dari pembuatan
setrika karena pada proses inilah papan PCB akan dipasang komponen tanpa adanya
proses penyolderan.pada proses ini
terdapat beberapa mesin untuk memasang benda atau material yang bersifat berat
diantaranya adalah Resistor,Kapasitor dan Dioda .
Pada proses AI terdapat 2 mesin untuk jenis setrika ASO
1.
Auto
Insert Axial
Fungsi dari mesin Axial adalah untuk memasang Resistor dan Dioda di
mana kedua material tersebut dipasang dengan posisi tidur pada PCB .
Gambar 4.1 Mesin
Axial
Langkah Kerja
Mesin Axial
1.
Letakkan papan
PCB pada mesin Axial
2.
Tekan tombol star
untuk memulai prosedur
3.
Pastikan mesin
Axial beroperasi dengan benar
4.
Mengecek hasil
kerja mesin dengan visual
5.
Pastikan resistor
dan dioda terpasang dengan benar dan tepat
6.
Barang siap untuk
di lanjutkan ke mesin radial
2.
Auto Insert Radial
Fungsi dari mesin Radial
adalah untuk memasang kapasitor dengan posisi material berdiri.
Gambar 4.2 Mesin
Radial
Gambar
4.3 Control Mesin
Langkah kerja
Mesin Radial
1.
Letakkan
papan pcb pada mesin Radial
2.
Tekan
tombol star untuk memulai
3.
Apabila
ada komponen hilang akan di lakukan repair
4.
Setelah
di repair ,PCB Setrika akan di beri Lot ticket menuju proses SMT
Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa perbedaan kedua mesin tersebut terletak pada
cara dan jenis pemasangan komponen atau material.
4.2 SMT (Surface mounting technology)
SMT adalah suatu proses di mana sebuah PCB kosong di pasangi
beberapa komponen pemasangan komponen tersebut di lakukan dengan menggunakan
bantuan mesin SMT (Surface Mounting
Technology) proses pengerjaannya dengan menggunakan mesin mounting.
Komponen yang digunakan untuk SMT ini adalah komponen yang
sudah terbentuk chip-chip khusus,dan biasanya menggunakan double layer sehingga
terjadi penghematan papan PCB dan di mesin dari produk yang dikerjakan.
Komponen yang berjalan di SMT ialah chip dengan spec komponen 0,6-0,3 mm, 1,0- 0,5 mm,
1,6-0,8 mm , 2,0 mm -1,25
mm, 3,2-1,6 mm.
Komponen yang berjalan di SMT berbentuk chip.
PROSES LOADER-PROSES PRINTING-PROSES MOUNTING CHIP DAN MOUNTING IC-OVEN-PENGECEKAN
DAN PERBAIKAN
1. Loader
Bertugas
untuk menyimpan dan memasukkan PCB satu per satu menuju proses selanjutnya
(pencetak layar). Di dalam mesin loader ini ditambahkan wadah peralatan sebagai
tempat menyimpan PCB sementara otomatisasi akan terus berlangsung tiap tahap ke
mesin selanjutnya.
2. Proses
printing
Mesin ini bertugas mencetakkan krim solder ke atas permukaan
PCB sesuai dengan jumlah lubang di lapisan logamnya untuk memasang maupun menempatkan pasta
solder pada PCB .
Gambar 4.4 Mesin Printing
Cara kerja alat printing (screen printer)
Ø
Pastikan letak PCB di posisi yang benar dari
mesin loader dan printing akan bekerja secara otomatis.
Ø
Ambil PCB yang sudah di printing kemudian
periksa kondisi solder ,jika kondisi solder “OK” masukkan ke mounting procces jika “NG” bersihkan PCB
tersebut kemudian printing ulang.
Ø
Yang perlu diperhatikan adalah kondisii solder
paste adalah tidak kurang atau lebih, solder bergabung, dan keluar dari posisi
PCB
Solder paste adalah solder timah yang
berbentuk pasta.
Komposisinya adalah :
·
Timah (AG)
·
Seng (Sn)
·
Tembaga (Cu)
3.Proses
chip dan mounting IC
Mounting adalah tempat proses pemasangan komponen setelah
melalui proses screen printer. Mesin
ini digunakan untuk meletakkan part-part
(komponen) pada PCB secara otomatis.
Mesin ini dilengkapi dengan kamera untuk pemposisian komponen,scanning IC digunakan untuk melihat atau
mengecek kondisi IC dan menyesuaikan dengan posisi penempatan
Gambar 4.5 Mesin Mounting
Cara
kerja mesin mounting
ü Ketika proses mounting berlangsung
sering terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk mengindari hal-hal tersebut
program harus setup dan harus
berhati-hati. Yang harus diperhatikan :
a.
Pengaturan
part
b.
Posisi part
c.
Arah
dan posisi papan PCB
ü Periksa kondisi chip,jika ada kemungkinan
yang terjadi
seperti :
a.
Part hilang
b.
Part terangkat
c.
Part bergeser
d.
Part miring
e.
Kelebihan part
f.
Salah part
g.
Part salah arah
Pada mesin mounting terdiri dari
jenis-jenis part (komponen-komponen)
diantaranya adalah :
·
Resistor (chip)
·
Capasitor (chip)
·
IC
·
Conector
Mesin mounting terdiri dari beberapa komponen penggerak dan bagian-bagian
lainnya. Seperti motor servo,motorstepper,komputer,head,screw ball,vacum,dan lain-lain.
4.Reflow
open
Reflow oven
adalah pemanggangan atau pemanasan solder
paste. Sebelum PCB dimasukkan kedalam oven maka PCB tersebut harus di cek
dahulu. Sebab seandainya tidak melakukan pengecekan maka akan sering terjadi
NG. dengan adanya NG dapat menghambat
proses produksi. Sehingga target yang sudah ditetapkan tidak dapat terpenuhi.
Adapun yang sering ditemukan dalam pengecekan ini adalah :
·
Komponen
missing (komponen kosong)
·
Part miring
·
Part bergeser
Gambar 4.6 Mesin Oven
Cara kerja
reflow oven :
Sistem kerja reflow lebih tergantung kepada jenis solder dan papan PCB
yang di gunakan. Pada umumnya konsep yang digunakan adalah beberapa peringkat :
a.
Pemanasan
awal (preheat zone)
b.
Peringkat
peleburan (peak temperature zone)
c.
Peringkat
pengejukan(cooling zone)
5.AOI (Automatic Optical Inspection)
Setelah dari proses SMT maka proses
selanjutnya diproses ke bagian AOI. AOI
adalah suatu mesin yang berfungsi untuk memperbaiki dan mendeteksi suatu
rangkaian PCB. Seperti melihat apakah terjadi
kesalahan pada rangkaian. Seperti
mendeteksi komponen kosong,komponen bergeser, dan komponen miring.
6.Visual
Setelah diproses rangkaian pada PCB
di mesin AOI maka pengecekan di lakukan pada mesin visual. Visual adalah suatu
alat yang digunakan untuk pengecekan atau untuk melihat kesalahan (NG)
Rangkaian pada PCB dengan menggunakan microskop
.seperti :
a)
Solderannya :
Solderannya keluar atau tidaknya,akan terjadi shot di sana.
b)
Shiftednya :
Jalurnya tidak pada
posisinya atau tidak pas pada
letaknya.
c)
Solderan
dan komponennya tidak lengket dan ada jarak (part gap)
d)
Komponennya
ada atau tidaknya di dalam papan rangkaian (part
missing)
e)
Melihat
dari letak positif (+) dan negatifnya (-) disebut wrong polarity
f)
kesalahan part/chip (komponen) yang sedikit bergeser (part
slant)
Visual bottom process
Bagian ini adalah bagian yang mengecek PCB bagian bottom terdiri dari kemungkinan reject :
·
Solder
komponen yang tergabung
·
Kurang
solder
·
Kebanyakan
solder
·
Solder
berlubang
·
Solder
bertanduk
·
Solder
patah
·
Solder
bola
·
Kaki
komponen yang tidak tersolder
4.3 Proses Manual Insert Section
(MI)
Pada Manual Insert atau lebih di kenal dengan MI Section adalah proses di
mana setrika ASO hampir di kerjakan secara manual tanpa adanya bantuan mesin
PEMASANGAN KOMPONEN-SOLDER MESIN-TUNCH UP-ICT-DOWNLOAD-LED-SENSOR-WAIER-CATTING-VISUAL 1-SOFTWARE-FCT 1-MACROMELT-VISUAL 2-FCT
2-PACKING
·
Pemasangan
komponen
Pemasangan komponen merupakan proses pemasangan benda atau material
secara manual diantara komponen tersebut ialah Transistor,IC
Gambar
4.7 Transistor
·
Solder
mesin
Penyolderan ini di kerjakan oleh mesin yang berteknologi tinggi secara
otomatis .pada proses kali ini karyawan hanya perlu menghidupkan mesin sehingga
mesin akan bekerja dengan otomatis
Gambar
4.8 Mesin Solder
·
Tunch
up
Tunch up adalah proses dimana hasil solder mesin akan di cek secara
manual oleh operator,Fungsi dari tunch
up adalah untuk menambahkan serta merapikan hasil solder mesin
Gambar 4.9 Proses Tunch
up
Caranya
1.
Bersihkan
hasil solder secara manual
2.
Rapikan
hasil solder mesin
3.
Tambahkan
solder apabila PCB tidak terkena solder mesin
·
ICT
Proses ICT adalah proses pengecekan secara keseluruhan PCB apabila hasil
solder kurang pass
Gambar 4.11 Proses
ICT
Caranya
1.
Letakkan
PCB pada tempat yang telah disediakan pada ICT
2.
Tekan
kedua tombol pada ICT untuk memulai
posedur
3.
Tunggu
beberapa saat layar computer akan mengeluarkan hasil data
4.
PCB
akan oke apabila di layar mengeluarkan tulisan PASS
5.
Apabila
layar komputer mengeluarkan tulisan NG maka papan PCB tersebut kekurangan
komponen atau hasil solder masih kurang pass. operator akan mengecek secara
manual papan PCB apabila terjadi NG
·
Download
Proses download merupakan proses dimana PCB setrika akan di masukkan
sebuah software agar setrika berjalan sesuai dengan rancangan
Gambar 4.12 Proses Download
Caranya
Sebelum melakukan download operator harus membersihkan PCB dari plak plak
yang masih menempel
1.
Melakukan
breaking artinya memisahkan PCB menjadi tunggal atau satu bagian PCB
2.
Letakkan
PCB pada tempat yang telah disediakan
3.
Clik
star pada layar computer
4.
Tunggu
beberapa saat computer akan mengeluarkan sebuah hasil ok apabila PCB siap di
download
5.
Apabila
layar muncul tulisan Eror maka PCB harus
di cek secara manual
6.
Sesudah
cek manual silahkan coba lagi
7.
Apabila
PCB masih eror maka PCB tersebut terjadi sebuah kesalahan artinya papan PCB
tersebut gagal pada proses download
8.
Papan
PCB siap dikirim ke ruang Repair apabila terjadi sebuah kesalahan
·
LED
Pada jenis setrika ASO pemasangan LED menggunakan LED tanpa kabel atau
LED langsung terhubung ke PCB tanpa adanya perantara
Gambar
4.13 LED Setrika ASO
Caranya
1.
Pasang
lampu LED ke PCB dengan kutub positive dan negative yang telah ditentukan
2.
Pastikan
LED terpasang dengan tepat
3.
Solder
LED dengan rapi dan tepat
4.
Pastikan
hasil solder tidak mempengaruhi komponen lainnya
·
Sensor
Pada proses ini PCB akan di pasang sensor
Gambar
4.14 Sensor Setika
Caranya
1.
Letakkan
sensor pada tempat yang telah disediakan
2.
Pasang
sensor satu persatu pada PCB
3.
Solder
ujung sensor agar tidak lepas
·
Waier
Pemasangan waier atau kabel pada PCB
Gambar
4.15 Kabel/waier setrika
Caranya
1.
Ambil
sebuah waier
2.
Pasang
ke 3 waier tersebut ketempat masing-masing jenisnya yang telah di tentukan
3.
Solder
waier tersebut dengan rapi dan benar
4.
Pastikan
hasil solder tidak shot atau menyambung
ke jalur yang lain
5.
Pastikan
waier terpasang ke tempat yang telah ditentukan
·
Catting
Pada proses ini hasil solder akan
dirapikan dan solder akan di potong apabila pemberian timah berlebihan dan
solder bercabang
Gambar
4.16 Gunting
Caranya
1.
Potong dan rapikan hasil solder
2.
Pastikan
proses catting tidak merusak komponen lain
·
Visual
1
Sebelum masuk ke proses macromelt tentunya PCB akan di cek secara
keseluruhan baik kelengkapan pcb maupun kutuhan pcb dan material yang digunakan
Gambar
4.17 Microscop
Caranya
Dalam proses kali ini operator hanya
menggunakan indra penglihatan untuk mengecek segala kelengkapan PCB mulai dari
marking sampai dengan proses catting serta posisi material yang di pasang.
·
Software
Proses ini merupakan proses dimana
PCB setrika akan di lakukan pengecekan hasil Download
Caranya
1.
Letakkan
PCB ke tempat yang telah disediakan
2.
Hubungkan
jarum cek dengan PCB
3.
Clik
star pada layar computer untuk memulai software
4.
Tunggu
keputusan computer
5.
Layar
computer akan mengeluarkan tulisan PASS apabila PCB sudah di download
6.
Layar
computer akan ERROR apabila PCB belum di download
·
FCT
1
Pengcekan PCB secara keseluruhan
dengan mesin
Gambar 4.18 Proses FCT atau Pengecekan fungsi Setrika
Caranya
1.
Letakkkan
PCB pada tempat yang telah di sediakan
2.
Hubungkan
waier ke tempat yang telah ditentukan
3.
Klic
star untuk memulai FCT
4.
Layar
computer akan mengeluarkan tulisan PASS apabila PCB oke
5.
Layar
computer EROR apabila PCB kurang lengkap dan rusak
·
Macromelt
Macromelt adalah proses akhir dari
pemasangan komponen ,karena pada proses ini PCB akan di lapisi dengan karet
.Tujuan tersebut tidak lain untuk
melindungi komponen yang ada di PCB
Gambar 4.19 Proses Macromelt
Caranya
1.
Letakkan
PCB ke macromelt
2.
Pastikan
PCB diletakkan dengan sempurna
3.
Tekan
kedua tombol macromelt secara bersamaan untuk memulai prosedur
4.
Tunggu
beberapa saat macromelt akan terangkat apabila selesai
5.
Pastikan
PCB telah sempurna
·
Visual
2
Untuk mengecek keutuhan PCB sesudah
proses Macromelt
Caranya
Pada visual ke 2 operator akan mengecek
keutuhan komponen setelah di macromelt
·
FCT
2
Tujuan dari proses ini adalah untuk
mengecek keutuhan PCB dan proses ini merupakan proses akhir sekaligus
penentu dari pembuatan Setrika
1.
Letakkan
PCB pada FCT
2.
Hubungkan
waier dengan tempat yang telah ditentukan
3.
Clik
star untuk memulai
4.
Layar
akan mengeluarkan tulis PASS apabila PCB siap untuk packing
·
Packing
Packing merupakan proses akhir dari
semua prosedur karena pada proses ini setrika akan diberi lot ticket ke tempat
pengiriman barang.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil pelaksanaan praktik
lapangan industri yang dilakukan penulis selama tiga bulan,maka penulis dapat
mengambil kesimpulan antara lain :
1.
Apa
yang didapat selama di sekolah,tidak semuanya dapat terjadi di dunia kerja dan
bidang mata pelajaran yang kita ambil belum tentu sama dengan bidang kita
kerjakan di perusahaan atau tempat peraktik lapangan industri. Ada hal-hal yang
berdasarkan teori bisa saja dengan mudah terjadi,namun pada prakteknya tidaklah
mudah untuk dilakukan.Dari hal yang sekecil inilah,penulis dapat mengatakan bahwa
adanya program pembelajaran praktik di industri sangatlah penting untuk
menunjang sistem pendidikan dan menambah pengalaman,sehingga siswa dapat
menyesuaikan diri dengan dunia kerja setelah lulus nantinya.
2.
Antara
peralatan yang dimiliki di perusahaan sangatlah berbeda dengan apa yang
dimiliki di sekolah,tentunya hal ini dapat menimbulkan kesulitan dalam proses
pelaksanaan praktek lapangan,namun untuk itu agar proses praktik dapat berjalan
lancar,maka harus di lakukan penyesuaian.
3.
Segala
permasalahan yang ditemui harus di selesaikan dengan cepat dan akurat sehingga
dibutuhkan penganalisaan yang baik.
4.
Dalam
penyelesaian suatu permasalahan tidah harus dilakukan secara teori yang
kemungkinan berbeda dengan hasil yang diharapkan,tetapi logika yang dimiliki harus
diciptakan.
5.
Penyelesaian
suatu permasalahan harus mengikuti prosedur yang ada agar tidak terjadi
kesalahan lagi untuk selanjutnya. Hal ini perlu dilakukan karena tidak semua
keadaan tidak semudah yang dilihat.
6.
Inti
dari operasional dasar setrika ASO terdiri dari Proses Auto Insert,Surface
Mounting,Technology yang saling bergantung antara satu sama lain
7.
Cepat
dan berkualitas adalah prinsip utama perusahaan PT.GIKEN PRECISION INDONESIA
(GPI)
5.2 Saran saran
Sebelum penulis mengakhiri
penyusunan laporan ini,penulis akan memberikan beberapa saran yang diharapkan
dapat bermanfaat dan berguna sehingga untuk pelaksanaan Praktek Lapangan di
industri yang akan datang bisa lebih
baik.
Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan sebagai berikut :
1.
Sebaiknya
sebelum pelaksanaan prakerin di industri siswa diberikan penjelasan terlebih
dahulu tentang pembuatan laporan yang baik dan benar serta hal-hal lain yang
harus di persiapkan yang berhubungan dengan kepentingan praktek industri itu
sendiri
2.
Adapun
komunikasi yang baik antara pihak sekolah dengan perusahaan,sehingga apa yang
harus siswa lakukan dan dapatkan dari perusahaan singkorin atau sesuai dengan
yang telah dibicarakan dan dipersiapkan sebelumnya.Hal ini diharapkan tidak
lagi terjadi hal yang membuat siswa bingung setelah berada diperusahaan.
3.
Bagi
siswa yang melakukan Praktek di Industri,harus dengan cepat dapat menyesuaikan
diri dengan lingkungan pekerjaaan atau perusahaan serta bersosialisasi dengan
karyawan-karyawati dari perusahaan itu sendiri.
4.
Siswa
jangan segan-segan bertanya kepada pembimbing untuk mendapatkan penjelasan yang
dianggap perlu
5.
Siswa
harus bisa mengerjakan apapun yang diberikan atasan atau pembimbing dengan baik
karena tidak selalu apa yang kita dapatkan di sekolah dapat terjadi di tempat
di lapangan industri
6.
Kerja
sama yang baik dapat diciptakan apabila adanya masukan ide—ide yang dapat
digunakan demi kelancaran proses produksi di perusahaan
7.
Penyesuaian
diri harus dilakukan secepat mungkin sebelum pelaksanaan praktek kerja lapangan
dilakukan.
5.3 Penutup
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrohmaanirrrohiim
Dengan terselesaikannya penyusunan Laporan Praktek Kerja Industri
(PRAKERIN) ini, maka terselesaikan pula tugas dalam melaksanakan Praktek Kerja
Industri di PT.Giken Precision Indonesia. Penulis laporan mengharap agar para
pembaca memaklumi atas keterbatasan kemampuan yang penulis miliki, sehingga
dalam penyusunan laporan ini masih banyak terdapat kekurangan. Melalui laporan
ini penulis menyampaikan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada
bapak/ibu guru dan pembimbing yang banyak mencurahkan kemampuan dan pikiran
untuk membantu terselesaikannya laporan ini. Semoga budi dan jasa yang telah
diberikan kepada penulis mendapat balasan dari Allah SWT.
Penulis menyadari dengan rendah hati bahwa isi laporan ini masih
banyak kekurangannya, Penulis sebagai hamba Allah SWT yang do’if menyadari
sepenuhnya bahwa kesempurnaan hanya milik Allah SWT, untuk itu melalui lembaran
yang terakhir ini, besar harapan penulis kepada para pembaca laporan ini untuk
memakluminya.
Maka dengan segala kerendahan hati penulis mohon ma’af yang
sebesar-besarnya atas segala kelalaian baik yang kami sengaja maupun yang tidak
disengaja. Agar laporan ini bermanfaat bagi semua pihak.
Nuun walqolami wama yasthurun
Wassalamualaikum Wr. Wb
5.4 Lampiran
Setrika Before Repair Setrika
After Repair
Gambar mesin Auto insert
DAFTAR
PUSTAKA
PICK &
PLACER
FA-303
user’s manual
Fank D.
Petruzella. Elektronik industri. Yogyakarta: Penerbit Andi Yokyakarta
Dear : Custumer Import & Domestik
BalasHapusKami dari PT TWIN Logistics mengajukan penawaran kerjasama dalam bidang pengurusan barang Import RESMI & BORONGAN.
Services Kami,
Customs Clearance Import sistem Resmi maupun Borongan
Penanganan secara Door to Door ASIA & EROPA Sea & Air Service
Penyediaan Legalitas Under-Name (Penyewaan Bendera Perusahaan)
Pengiriman Domestik antar pulau seluruh Indonesia laut dan Udara atau Darat.
Keterangan tambahan :
1. Nomor Induk Berusaha ( NIB )
2. IT ( Mainan, Elektronic, Garmen, Sepatu dan Peralatan kaki lainnya )
3. SPI-PI Besi Baja,
4. SPI-PI Produk Kehutanan,
5. SPI-PI Barang Bekas,
6. SPI-PI Tekstil & Izin TPT
7. Produk-produk Lartas SNI
Berikut Attecment terlampir.
Terima kasih atas kepercayaan kepada kami, semoga kerjasamanya berjalan dengan lancar.
Jika ada yang ingin dipertanyakan, silahkan hubungi kami di Nomor Phone : +62 21 8498-6182, 8591-7811 Whatssapp : 0819-0806-0678 E-Mail : andijm.twinlogistics@yahoo.com
Best Regards,
Mr. Andi JM
Hp Whatssapp : 0819-0806-0678 / 0813-8186-4189
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = == = = = =
PT TUNGGAL WAHANA INDAH NUSANTARA
Jl. Raya Utan Kayu No.105 B Jakarta Timur 13120 Indonesia
Phone : +62 21 8498-6182, 8591-7811 Fax : +62 21 8591-7812
Email : pt.twinlogistics@yahoo.com, andijm@twin.co.id
Web : www.twinlogistics.co.id, www.twin.co.id
Sloty Casino - MapyRO
BalasHapusCasino 구미 출장마사지 Directory. 2021-11-01. Find all Sloty Casino locations, 거제 출장샵 Find 강릉 출장샵 your sloty location 인천광역 출장샵 at the nearest casino in Canada. 인천광역 출장샵 Mapyro Canada has